8/07/2015

Augustus tujuh



Dihambat usia lagi. Seharian saya bermenung panjang, bersandar dan memanggil semula masa lalu. Mengingat masa lalu adalah pekerjaan masa kini yang pasti melelahkan. Umur-umur yang sebegini saya temukan satu hal supaya lebih memahami nada degupan jantung, memahami bahasa biologikal tubuh. Antara endorfins dan oxcytocin yang menuntut supaya dipenuhi-- pergi berlari setiap pagi, belanja teman-teman atau beri kucing jalanan makan. Hal yang membuatkan hati merewap kembang tidak gelisah supaya malam tidak lagi menghukum-- menjadi seksa yang memaksa mata terbungkang merenung siling kerana tidak mampu lena.

Meningkat umur halnya bererti makna-makna hidup yang mulai menjadi lebih tegang. Lebih kerap berseteru dengan diri sendiri serta dikerumuni dengan hal-hal keputusan yang sukar ditentukan akhirnya. Sesuatu hal lain yang sukar dalam perlawanan hidup adalah mencari jalan melatih diri untuk bersyukur dan berhenti membanding diri dengan manusia-manusia lain-- yang masih muda tapi lebih bijak, fasih bertutur dan membaca buku lebih banyak. Ada kekuatan yang perlu diraih dengan sungguh-sungguh untuk menanggapi ketidaksempurnaan diri dan mengingatkan diri supaya lebih banyak berterima kasih pada Tuhan.

Sepanjang hari ini saya mengutip ucapan selamat dari teman-teman dan orang tua. Dan ditengah malam sebelum Augustus tujuh berakhir, air hujan turun, angin berderu meramahi muka di tepi jendela.

Wahai diri, selamat ulang tahun. Kuatlah menjalani hidup, jangan pernah takut menjadi tua.

4 comments: