Pada batas firasat yang terbungkam, jalan mungkin buntu tapi keberserahan tidak. Pemikiran mimpi dan angau dalam rentang aksiomatik hendak dipimpin pada rentak modeniti ini menghantar kau separa gila. Denyut-denyut ketinggalan masih ada, tapi kepasrahan lebih besar. Sekadar merajut luka-luka pada urat darah kenangan.
Menanggung tadbir roh dalam hijab jasad ini berat. Tapi kau jalani. Pembendaharaan dia masih luas untuk ditemukan dan ditebus.
Menuju ke malam-malam likur, ada niat kecil mengharapkan ia macam sebelum-sebelum, magis macam kota fez, mistik macam kota tarim.
Salam ramadan.
No comments:
Post a Comment