2/15/2016
Contemplating
1. On middle class misfortune: With the ability to laugh (to their own misfortunes), comes the ability to love.
2. Orang tua yang sakit di kampung sempat menyatakan walaupun sekadar berjenaka (dengan sugul) tidak punya wang untuk ke klinik sebelum puas menahan sakit. Di hujung talian telefon, I died inside.
3. Kita menginginkan perkara-perkara ikut seperti yang kita rancang dan sekiranya berlaku hal yang tidak diduga, perasaannya adalah seperti sesuatu sedang terlepas daripada tapak tangan. Melihat ia melepasi sela-sela jari, membuatkan kita bersandar dan ingin menimbang semula keputusan untuk diri dan semua.
4. Kadang kala, saya mengaku tewas dan menjadi makhluk tidak rasional ketika membelek foto secara rawak di akaun instagram milik orang yang saya tidak kenal. Bagaimana sesetengah kelas sosial mempertontonkan citra hidup mereka yang lunak ; menerusi foto resolusi tinggi, tiket penerbangan yang berkepil pada passport, dan bagaimana kemudian subtlely melaporkan berada di London.
5. Pagi itu, saya paksakan diri dengan demam yang belum kebah untuk bangkit dan menulis artikel (mengkritik konsumerisme dan mendukung kembali konsumerisme dalam konteks bernegara yada yada...). Dan dengan harapan akan dibayar upah menulis yang mungkin cukup buat berbelanja dan makan.
6. Untuk mimpi memiliki sebuah jam Daniel Wellington dan sebotol minyak wangi (dan sebuah jeep Cherokee).
7. Soldier on, dear self.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment